Sektor pertanian di wilayah Gresik kini menghadapi tantangan berat akibat letaknya yang bersinggungan langsung dengan kawasan industri besar, di mana fenomena Emisi Pabrik mulai merusak kualitas tanaman pangan warga. Asap sisa pembakaran batubara dan zat kimia yang dilepaskan ke udara tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga menempel pada permukaan daun padi dan menghambat proses fotosintesis secara alami. Para petani mengeluhkan warna daun padi yang seharusnya hijau segar kini berubah menjadi kekuningan dan mengering lebih cepat akibat paparan polutan sulfur dioksida yang terbawa angin setiap harinya.
Penurunan kualitas tanaman ini berdampak langsung pada hasil panen yang merosot tajam, di mana bulir padi menjadi hampa dan tidak berisi secara optimal karena gangguan Emisi Pabrik yang merusak jaringan klorofil. Secara teknis, partikel debu halus yang menutupi stomata daun membuat tanaman tidak mampu menyerap energi matahari dengan sempurna, sehingga pertumbuhan padi menjadi kerdil dan rentan terhadap serangan hama penyakit. Kondisi ini memaksa petani untuk mengeluarkan biaya tambahan demi membeli suplemen nutrisi tanaman yang lebih mahal, meskipun hasilnya tetap tidak bisa menyamai kualitas padi yang tumbuh di lingkungan udara bersih.
Pemerintah daerah melalui dinas pertanian dan lingkungan hidup dituntut untuk melakukan pemetaan zona terdampak serta memberikan kompensasi yang adil bagi para petani yang lahannya terpapar Emisi Pabrik secara masif. Penegakan hukum bagi industri yang tidak memiliki filter udara standar harus dilakukan secara tegas guna melindungi kedaulatan pangan lokal yang kian terhimpit oleh ekspansi pabrik manufaktur. Tanpa adanya regulasi yang ketat mengenai batas emisi di kawasan agrikultur, luas lahan sawah produktif di Jawa Timur akan terus menyusut karena petani merasa tidak lagi mendapatkan keuntungan dari tanah yang telah tercemar polusi berat.
Dampak jangka panjang dari kontaminasi ini juga mengancam kesehatan konsumen, mengingat adanya risiko akumulasi logam berat pada beras yang dihasilkan dari sawah yang terpapar Emisi Pabrik secara terus-menerus. Penelitian laboratorium menunjukkan adanya kandungan zat berbahaya yang melebihi ambang batas pada tanah dan jaringan tanaman di sekitar area industri, yang jika dikonsumsi dalam waktu lama dapat memicu berbagai penyakit degeneratif pada manusia. Oleh karena itu, perlindungan terhadap udara bersih di atas lahan persawahan bukan hanya soal kesejahteraan petani, tetapi juga soal jaminan keamanan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat yang bergantung pada hasil bumi tersebut.
