Petani tambak di kawasan pesisir Gresik kini mulai beralih menggunakan pupuk hayati cair guna meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas air kolam budidaya. Pengujian lapangan dilakukan untuk membuktikan efektivitas formula pupuk berbasis mikroorganisme baik dalam menguraikan sisa pakan dan racun amonia di dasar tambak. Penggunaan pupuk ramah lingkungan ini terbukti mampu menumbuhkan pakan alami berupa plankton secara melimpah tanpa merusak ekosistem perairan tambak. Hasil pengujian menunjukkan adanya kenaikan tingkat kelangsungan hidup bibit udang dan ikan bandeng secara signifikan.
Proses pengaplikasian pupuk hayati cair dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan terlarut secara merata ke permukaan tanah dasar tambak saat tahap persiapan lahan. Mikroba menguntungkan yang terkandung di dalam pupuk bekerja memperbaiki struktur tanah dasar yang tandus akibat penggunaan bahan kimia sintetis secara berlebihan. Pengukuran kualitas air seperti pH, oksigen terlarut, dan kecerahan air dilakukan secara berkala oleh tim teknis selama masa uji coba berlangsung. Hasil pengukuran laboratorium mengonfirmasi bahwa kondisi perairan tambak menjadi jauh lebih stabil dan sehat bagi biota budidaya.
Inovasi teknologi pemupukan alami ini memberikan solusi atas permasalahan penurunan produktivitas lahan yang sering dikeluhkan oleh para petani tambak setempat. Biaya pembelian pupuk hayati cair yang lebih terjangkau dibanding pupuk kimia meminimalisir modal operasional yang harus dikeluarkan oleh pembudidaya. Selain itu, penggunaan bahan hayati menghasilkan komoditas udang dan ikan yang lebih sehat, aman dikonsumsi, serta bebas dari residu zat kimia berbahaya. Keunggulan kualitas hasil panen ini meningkatkan nilai jual produk perikanan daerah di pasar ekspor modern.
Pendampingan teknis dan sosialisasi tata cara dosis penggunaan pupuk diberikan secara langsung di lokasi tambang demonstrasi plot milik warga. Para pembudidaya diajak untuk mengamati perbandingan pertumbuhan udang antara tambak yang menggunakan pupuk hayati dan tambak metode tradisional. Pengalaman langsung ini meningkatkan minat warga sekitar untuk segera meninggalkan kebiasaan lama yang bergantung pada pemupukan kimia sintetis. Kerjasama antar-kelompok pembudidaya diperkuat guna memudahkan distribusi dan ketersediaan stok pupuk hayati cair di daerah.
Penerapan teknologi pupuk hayati cair ini menandai era baru budidaya perikanan darat yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di wilayah Gresik. Kesejahteraan para petani tambak dapat ditingkatkan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas hasil panen udang serta ikan bandeng secara konsisten. Penguji dan peneliti berkomitmen untuk terus mendampingi pembudidaya dalam mengoptimalkan pengelolaan tambak berbasis bioteknologi ini secara luas. Dengan lingkungan tambak yang lestari, keberlanjutan usaha perikanan pesisir dapat terjamin hingga generasi mendatang.
