Gresik yang biasanya identik dengan debu industri dan deretan pabrik besar, belakangan ini lagi jadi pusat perhatian berkat kabar sejuk dari sektor agrarisnya. Keberhasilan Petani SPI Gresik dalam menggelar panen raya tanpa menggunakan pupuk kimia sedikit pun bener-bener bikin banyak orang takjub. Ternyata, para petani yang bernaung di bawah Serikat Petani Indonesia (SPI) di wilayah ini sukses membuktikan kalau kemandirian pangan bukan cuma mimpi di siang bolong. Mereka menunjukkan kalau tanah yang tadinya dianggap sudah jenuh dan “sakit” akibat pemakaian bahan kimia selama puluhan tahun, ternyata bisa kembali produktif dan subur jika dikelola dengan metode pertanian ekologis yang tepat dan penuh kesabaran.
Daya tarik utama dari Keberhasilan Petani SPI Gresik ini terletak pada penggunaan ramuan pupuk hayati dan pestisida alami yang mereka racik sendiri secara mandiri. Hasilnya pun nggak main-main, karena bulir padi yang dihasilkan justru terlihat lebih bening, berisi, dan punya bobot yang lebih berat dibanding padi konvensional. Selain itu, tanaman mereka terbukti jauh lebih tangguh menghadapi serangan hama wereng yang biasanya jadi musuh nomor satu saat musim tanam tiba. Langkah berani ini diambil untuk memutus rantai ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi yang seringkali langka atau harganya yang mendadak selangit di pasaran, sehingga petani bisa lebih tenang dalam menjalankan usahanya tanpa harus pusing memikirkan biaya input yang mahal.
Efek positifnya pun langsung terasa ke kantong para petani lokal, karena biaya produksi bisa ditekan secara drastis sementara harga jual gabah organik cenderung lebih stabil dan tinggi. Keberhasilan Petani SPI Gresik ini juga memberikan dampak luar biasa bagi kesehatan tanah jangka panjang, di mana struktur tanah menjadi lebih gembur dan mikroorganisme tanah kembali hidup dengan alami. Hal ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pertanian di masa depan agar anak cucu kita masih bisa mengolah lahan yang subur. Kemandirian ekonomi yang tercipta di tingkat desa ini secara otomatis membuat warga menjadi lebih berdaya dan tidak mudah terombang-ambing oleh fluktuasi ekonomi global yang seringkali tidak berpihak pada rakyat kecil.
